Newest Post

Formasi Kepegawaian, Pengadaan Pegawai, Cara Penganan , Dan Pemeliharaan Dokumen Administrasi Kepegawaian

| Sabtu, 03 September 2016
Baca Selengkapnya Di Sini! >


A.     Formasi Kepegawaian
Formasi adalah Jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan suatu satuan organisasi ditetapkan dalam suatu formasi untuk jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan, dengan tujuan agar unit organisasi itu mampu melaksanakan tugasnya secara berdaya guna, berhasil guna dan berkelangsungan. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu organisasi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokoknya.
Agar satuan-satuan organisasi mempunyai jumlah, susunan pangkat dan mutu Pegawai Negeri Sipil yang cukup sesuai dengan jenis, sifat dan besarnya beban tugas, maka ditetapkan formasi Pegawai Negeri Sipil
DASAR HUKUM
a. Undang Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999
b. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 .
c. Keputusan Kepala BKN Nomor 09 Tahun 2001 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil

B.     Pengadaan Pegawai
Diperlukan waktu : 3 bulan (Sejak Pengumuman)
Definisi Pengadaan Pegawai :
Kegiatan untuk mengisi formasi yang lowong. Pada umumnya formasi yang lowong disebabkan adanya PNS yang berhenti, pensiun, meninggal dunia atau adanya perluasan organisasi yang kemudian ditetapkan dalam keputusan Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pengadaan pegawai disusun berdasarkan kebutuhan, baik dalam arti jumlah maupun kompetensi jabatan yang diperlukan dan setiap WNI mempunyai kesempatan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan atau daerah untuk melamar menjadi CPNS setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
A.
Persyaratan dan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi pelamar

1.
Warga Negara Indonesia

2.
Berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun pada saat diangkat sebagai CPNS,


Catatan :


Pengangkatan sebagai CPNS dapat dilakukan bagi mereka yang melebihi usia 35 tahun khususnya bagi Tenaga Honorer yang telah mengabdi pada Pemerintah Daerah/Pemerintah Pusat secara terus menerus, persyaratannya mengacu pada Peraturan Pemerintah yang berlaku.

3.
Mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tangan sendiri dalam kertas bermaterai Rp. 6.000,- (sesuai dengan ketentuan) dan ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dengan melampirkan :


a.
Sehat jasmani dan rohani serta tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, precursor dan zat adiktif lainnya yang dibuktikan dengan surat asli Surat Keterangan Kesehatan dari dokter Pemerintah;


b.
Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan asli Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian setempat;


c.
Tingkat pendidikan sesuai dengan yang dipersyaratkan yang dibuktikan dengan fotocopy ijazah terakhir yang telah disahkan oleh Pejabat yang berwenang;


d.
Telah terdaftar sebagai pencari kerja yang dibuktikan dengan Kartu tanda pencari kerja dari Departemen/Dinas Tenaga Kerja setempat;


e.
Identitas diri yang dibuktikan dengan pasfoto hitam putih ukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar;


f.
Melampirkan daftar riwayat hidup sesuai dengan ketentuan yang berlaku;


g.
Melampirkan surat pernyataan tentang :



  • Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;



  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Swasta;



  • Tidak berkedudukan sebagai Calon/Pegawai Negeri;



  • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan Pemerintah;



  • Tidak menjadi anggota/pengurus partai politik.
    Catatan :
    Bagi yang sebelumnya telah menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik harus melampirkan surat pernyataan telah melepaskan keanggotaan dan/atau kepengurusan dari partai politik yang diketahui oleh pengurus partai politik yang bersangkutan.


h.
Bagi yang telah mempunyai pengalaman bekerja melampirkan fotocopy sah surat pengalaman kerja. Khusus bagi tenaga honorer harus melampirkan fotocopy Surat Keputusan pengangkatan sebagai tenaga honorer yang disyahkan oleh Pejabat yang berwenang dan surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih melaksanakan tugasnya pada Instansi Pemerintah serta melampirkan bukti penerimaan gaji dan daftar hadir selama 2 tahun terakhir pada Instansi dimana yang bersangkutan melaksanakan tugas;


i.
Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan
B.
Pelamar yang memenuhi syarat administrative akan mengikuti ujian penyaringan yang diselenggarakan panitia penyelenggara yang dibentuk oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
C.
Pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan akan diusulkan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan penetapan NIP.

C.    Cara Penanganan Dokumen Administrasi Kepegawaian

Penanganan dokumen administrasi kepegawaian dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut :

1)      Menghimpun : Menghimpun adalah kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang diperlukan untuk keperluan tertentu yang sebelumnya masih belum diklasifikasikan penghimpunannya.

2)      Mencatat : mencatat adalah kegiatan membubuhkan berbagai keterangan tertulis pada dokumen yang masih dianggap penting, dengan tujuan agar tulisan dapat dibaca, dikirim, dan disimpan.

3)      Mengolah : mengolah yakni mencakup macam - macam kegiatan yang dilakukan dengan cara mengolah berbagai keterangan yang ada dengan tujuan untuk menyajikan maksud yang lebih bermanfaat.

4)      Menggandakan : menggandakan adalah kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara tertentu sebanyak jumlah tertentu sesuai yang diinginkan.

5)      Mengirim : mengirim merupakan bentuk kegiatan menyampaikan dokumen ke pihak lain dengan menggunakan alat dan perantara.
6)      Menyimpan : menyimpan adalah kegiatan menyimpan data dan dokumen tertentu di tempat tertentu, dengan tujuan agar dokumen dapat terjaga semaksimal mungkin, dan bisa digunakan suatu saat nanti ketika diperlukan.

D.    Pemeliharaan Dokumen Administrasi Kepegawaian

Sedangkan untuk memelihara dokumen pada administrasi kepegawaian, dapat dilakukan dengan beberapa cara, tergantung pada bentuk dokumen yang dikelola. Bentuk dokumen tersebut dapat berupa data fisik maupun data digita.
Data Fisik
Untuk penyimpanan dokumen berupa fisik artinya penyimpanan dokumen atau file tersebut berupa kertas, surat, gambar, patung dan lain-lain. Penyimpanan dokumen fisik ini biasanya disebut sebagai bentuk arsip, yaitu menyimpan secara langsung dokumen ditempat yang telah ditentukan dengan diberi label tertentu.
Data Digital
Pada penyimpanan dokumen berupa data digital, hal ini merupakan penyimpanan dokumen atau file berupa data komputer atau hasil scanning dari file data fisik.
Terdapat beberapa kelebihan dari penyimpanan dengan sistem data digital yang menjadi pertimbangan untuk memilih data digital sebagai pilihan. Kelebihan penyimpanan sistem data digital yakni :
1)      Sistem data digital memberikan kemudahan dalam proses penyimpanan, pencarian kembali dan penyajian informasi yang dibutuhkan. Kemudahan sistem data digital ini karena sebagian proses pengolahan data dapat dilakukan oleh sistem komputer.
2)      Ruang tempat penyimpanan data digital tidak membutuhkan banyak tempat. Ini karena data digital dapat disimpan pada hardisk, Removeable, dan juga dalam bentuk Compact Disk. Berbeda dengan data konvensional yang bila semakin ditambah datanya maka akan memerlukan banyak tempat penyimpanan.
3)      Data digital mudah dilakukan back-up file, karena back-up file dapat dilakukan pada setiap saat sesuai kebutuhan. Apabila terjadi kerusakan data maka data pada back-up yang masih tersimpan dapat dipergunakan kembali. Sedangkan jika pada data konvensional, apabila dilakukan back-up data akan berakibat penambahan ruang tempat penyimpanan data.
4)      Data digital juga mudah untuk dilakukan manajemen dan pengelolaan. Pada proses manejemen data digital sebagian proses dilakukan oleh sistem.
5)     Sistem data digital akan memberikan kemudahan akses terhadap data. Penggunaannya sangat fleksible dan distribusi data digital juga lebih mudah ketika diperlukan.

FUNGSI ICON DI TAB INSERT MS EXCEL 2010

| Senin, 28 Maret 2016
Baca Selengkapnya Di Sini! >
Secara umum, perintah-perintah yang terdapat di tab Insert digunakan untuk keperluan sisipan objek serta pengaturannya ke dalam lembar kerja Microsoft Excel. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa MS Excel tidaklah melulu terfokus pada masalah perhitungan aritmatika dan statistika. Lebih dari itu semua, lembar kerja Excel juga memberi peluang agar pengguna bisa menyisipkan gambar sebagai visualisai atau bahkan deskripsi dari sajian data yang terdapat di lembar kerja tersebut. Dengan demikian sajian data bisa ditampilkan dengan lebih ilustratif. Bahkan user bisa menautkan suatu data dengan referensi yang terdapat di luar lembar kerja dengan menggunakan icon Insert Hyperlink.
Adapun icon perintah yang terdapat di tab Insert terdiri dari 8 group perintah.

A. Fungsi Icon perintah di Group Tables

Icon perintah di group Tables digunakan untuk menyisipkan objek abulasi maupun pivot.

1. Pivot Table

imagePivot Table digunakan untuk menyisipkan lembar kerja baru yang berisi ringkasan dari kolom dan baris dari lembar kerj aktif.
Disini terdapat dua icon perintah Pivot Table sendiri dan Pivot Chart. Pivot Table digunakan untuk menyisiipkan lembar kerja baru yang berisi ringkasan dari kolom dan baris. Perintah ini digunakan untuk mengkompilasi atau mengelompokkan data sesuai dengan field atau judul tabel di alamat kolom atau di baris sel. Saat suatu field terdiri dari 100 sel, ini tidak mungkin dapat dijejal tampilannya di layar monitor. Layar monitor umumnya hanya mampu menampilkan maksimal 35 sel ke bawah. Bila user memaksa untuk men-zoom out hingga 50% maka tampilan data tidak dapat dilihat dengan jelas. Dengan perintah ini sejumlah baris sel akan dikelompokkan berdasarkan field-nya. Saat user ingin melihat isi field tersebut, user hanya perlu mengklik suatu field yang dimaksud, maka konten dari field tersebut bisa dilihat.
Sedangkan Pivot Chart digunakan untuk menyisipkan lembar kerja baru dalam bentuk diagram atau indeks berdasarkan lembar kerja aktif. Suatu sajian data kadang perlu untuk divisualisasikan dalam bentuk diagram atau indeks agar data dimaksud bisa dengan mudah dibaca banyak-sedikitnya, atau bahkan naik turunnya suatu data. Meskipun iccon perintah tersebut bisa mengonversi data ke dalam bentuk diagram atau indeks, namun user tidak perlu khawatir bahwa ia akan kehilangan data awalnya. Data awal tetap utuh, selama tidak dimakan kucing (he he he). Sajian data tersebut langsung berupa sisipan lembar kerja baru.

2. Table

Perintah ini digunakan untuk menyisipkan tabulasi dari data terpilih sehingga data tersebut menjadi lebih mudah untuk disortir atau disaring dengan menggunakan kriteria tertentu. Seperti pada umumnya, data yang terdapat dalam sel standar mungkin sulit untuk disortir dengan sistem (A-Z) atau sebaliknya. Bahkan mungkin menjadi sulit untuk di-filter atau disaring, bila sudah terdiri dari data berbagai data yang kompleks. Padahal user ingin mengurutkan data dari yang terbesar ke yang terkecil atau sebaliknya. Dengan icon perintah Table ini user dapat mengkonversi data dalam sejumlah sel ke dalam bentuk tabulasi sehingga mudah untuk dilakukan pengurutan, penyrtiran, dan penyaringan data sesuai dengan kriteria tertentu. Dengan perintah ini pula, user akan merasakan suasana, persis seperti layaknya di Microsoft Access.

B. Fungsi icon Perintah di Group Illustrations

imagesesuai dengan namanya, group Illustrations berisi sekumpulan perintah yang digunakan untuk menyisipkan berbagai objek ilustrasi atau gambaran ke dalam suatu lembar kerja.

1. Picture :

Digunakan untuk menyisipkan objek gambar ke dalam lembar kerja aktif. Dengan ini user akan mungkin untuk membubuhkan foto atau gambar yang mungkin sebagai ilustrasi atau sebagai elemen pemanis agar tampilan suatu lembar kerja menjadi semakin mempesona.

2. Clip Art:

Digunakan untuk menyisipkan gambar sederhana yang lebih mirip dengan gambar vektor yang digunakan sebagai ilustrasi ke dalam suatu lembar kerja. Pada bagian ini Excel memberi peluang bagi user untuk memilih gambar sederhana bawaan instalasi Excel atau bahkan user dapat mengunduhnua sendiri dari internet.

3. Shapes :

Digunakan untuk menyisipkan objek geometris, seperti segi tiga, segi empat, dan lain-lain, ke dalam lembar kerja yang sedang diaktifkan. Pada bagian ini user berpeluang untuk melengkapi ilustrasi dengan objek geometris yang diinginkan. Disini berbagai jenis objek mungkin sudah memiliki bentuk, meskipun sebenarnya user masih diberi peluang untuk membuat objek geometris yang disukainya.

4. SmartArt:

Digunakan untuk menyisipkan objek dengan sistem yang lebih mengarah pada sistem hierarkis, dimana bentuk yang tersedia di menu ini kebanyakan sudah memiliki bentuk dan telah memiliki bagian di bawahnya atau di sebelahnya. User hanya perlu mengisi bagian per bagian, dan sebagian pengaturan objek dan teks di dalamnya akan berlaku secara otomatis.

5. Screenshot :

Digunakan untuk menyisipkan objek gambar dengan terlebih dahulu menangkap area tertentu di layar monitor. Penggunaannya cukup simpel, klik con ini, drag area tertentu di layar, dan hasilnya akan tersisipkan secara otomatis ke dalam lembar kerja.

FUNGSI ICON DI TAB INSERT MS EXCEL 2010

Posted by : Rama
Date :Senin, 28 Maret 2016
With 0komentar

FUNGSI ICON TAB HOME PADA MS EXCEL 2010

|
Baca Selengkapnya Di Sini! >
Microsoft Office Excel 2010 mengenal istilah Ribbon dalam menampilkan menu tool di bagian atas jendela aplikasi tersebut. Ribbon merupakan standar baru dari Microsoft dalam menampilkan menu perintah. Sejak 2009 yang lalu perusahaan bikinan Bill Gates tersebut rupanya telah mewajibkan produknya untuk menampilkan “wajah” Ribbon sebagai area menampilkan menu.
EXCEL TAB HOME
Ribbon pada jendela Excel 2010 menampilkan tab name, seperti tab File, Insert, Page Layout, dll. Di samping itu, Ribbon juga berfungsi untuk menampilkan grup menu yang terdapat di setiap tab yang sedang aktif. Sedangkan grup terdiri dari kumpulan menu icon yang memiliki kesamaan fungsi.
Secara default, tab Home terdiri dari 7 grup menu: (1) Clipboard, (2) Font, (3) Alignment, (4) Number, (5) Styles, (6 ) Cell, dan (7) Editing.

 

A. Fungsi Icon Group Clipboard

Secara umum, icon-icon yang terdapat di Group Clipoard digunakan untuk menangani segala hal yang berkaitan dengan masalah tempel-menempel objek dan teks, terdiri dari menu Paste, Cut, Copy, dan Format Painter

1. Paste

Paste, merupakan menu icon yang digunakan untuk menempelkan objek atau teks yang telah di-cut atau di-copy. Disini user juga diberi kesempatan untuk memilih tempelan secara spesifik dengan mengakses panah ke bawah di menu ini. Tak jarang objek atau teks yang di-copy dari bagian tertentu sudah berisi atribut pemformatan, seperti penebalan huruf, jenis huruf, dll. Dengan mengakses Down Arrow di menu Paste, user berpeluang untuk memilih kriteria tertentu dari clip yang akan di-paste di cell terpilih. bila user mem-Paste, maka segala atribut pemformatan tadi akan ikut ter-paste juga. Bila formatnya tidak sesuai, terjadilah apa yang disebut “perbedaan tak disengaja”. Yang satu berjenis huruf Arial Black, yang lain Calibri, ada yang gemuk, ada pula bagian dengan format huruf “keseringan diet” alias kurus. Disini lembar kerja tak lagi berisi data terstruktur, malah menjadi bagian yang berantakan dari segi pemformatan. Tentu user perlu menyeleksi semua bagian yang diingin, kemudian mengatur ulang pemformatan. Bolak-balik yang melelahkan. Tentu tidak demikian bila user melakukan prosedur Paste dengan memanfaatkan fitur Paste Special di down arrow menu Paste tersebut.

2. Cut

Icon berlogo “gunting penyukur kumis” tersebut digunakan untuk memindahkan data atau objek terpilih ke daerah lain dengan bantuan perintah Paste. User perlu menyeleksi sel tertentu yang terisi data, kemudian klik icon gunting tersebut, aktifkan sel yang diingin, dan akhiri dengan perintah paste.

3. Copy

Copy digunakan untuk menyalin data tertentu yang diakhiri dengan perintah Paste. Berbeda dengan Cut yang bekerja dengan cara menghilangkan data asal dan menempelkannya di tempat lain, Copy hanya menggandakannya, kemudian hasil penggandaannya akan ditempelkan di tempat lain dengan bantuan Paste. Penggunaan perintah Copy cukup mudah: seleksi data diinginkan, klik Copy, aktifkan sel dimaksud, dan klik Paste.

4. Format Painter

Perintah berkarakter “kuas cat” ini digunakan untuk meniru suatu pemformatan kemudian menerapkannya ke dalam data terpilih lain. Pemformatan yang dimaksud meliputi jenis huruf, ukuran huruf, bold, italic, warna huruf, bahkan warna latar suatu sel. Pemformatan sejenis ini dapat ditiru dari suatu data, kemudian diaplikasikan di data lain. Ini sangat berguna, terutama saat sederet data dipaksa untuk mengikuti format kelompok data daerah lain. Penggunaannya cukup mudah. Misal, data yang telah diformat sedemikian rupa terdapat di sel A1 dan data tidak berformat berada di C1. Maka aktifkan sel A1, klik icon Format Painter, kemudian klik sel C1 yang ingin dikasih pemformatan persis seperti di A1 tadi. Selanjutnya, semua pemformatan di A1 akan terkloning ke C1 tersebut.

 

B. Fungsi Icon pada Group Font

Menu icon di group Font digunakan untuk pemformatan seputar huruf atau karakter data dan sel. Menu perintah di group ini terdapat 10 icon: (1) Font, (2) Font Size, (3) Increase Font Size, (4) Decrease Font Size, (5) Bold, (6 ) Italic, (7) Underline, (8) Border, (9) Fill Color, dan (10) Font Color.

1. Font

Font digunakan untuk mengubah jenis huruf dari data yang terseleksi. Penggunannya mudah sekali. Seleksi data yang diinginkan, klik menu Font, lalu pilih salah satu jenis huruf yang tersedia di pulldown menu tersebut. User dapat mengatur jenis huruf beberapa sel secara kolektif. Caranya, seleksi beberapa sel terisi data, klik menu Font, kemudian pilih salah satu jenis huruf yang tersedia.

2. Font Size

Icon perintah ini digunakan untuk mengatur ukuran huruf atau karakter dari data terpilih. Penggunaannya, klik sel terisi data, klik ujung panah di samping kotak tersebut, pilih ukuran huruf yang tersedia. Bila ingin kustomisasi, blok angka dalam kotak dan ketik angka yang diinginkan, Misalnya 20 bila menghendaki ukuran huruf yang demikian.

3. Increase Font

Perintah ini digunakan untuk memperbesar ukuran huruf secara bertahap. Cara pengnaannya, aktifkan sel yang diinginkan, kemudian klik icon ini berulang kali. Maka ukuran huruf akan membesar secara bertahap. Berbeda dengan Font Size. Icon ini lebih praktis bila user ingin mencari ukuran huruf yang cocok dengan selera. cukup meng-klik berkali-kali, ukuran huruf semakin membesar. Dengan menggunakan keyboard, user perlu menekan kunci “Ctrl+}” secara bersamaan.

4. Decrease Font

Decrease Font digunakan untuk memperkecil ukuran huruf secara bertahap. Aktifkan sel yang diinginkan, klik icon ini berkali-kali untuk memperkecil ukuran huruf secara bertahap. Bila menggunakan keyboard, tekan kunci “Ctrl+{“ secara bersamaan.

5. Bold

Icon ini berguna untuk menebalkan huruf atau karakter. Aktifkan sel dimaksud, kemudian klik icon ini. Demikian pula saat user ingin merampingkan huruf yang sudah digemukkan tadi. Aktifkan sel dimaksud, klik lagi icon ini, maka data terpilih menjadi ramping kembali seperti sediakala.

6. Italic

Digunakan untuk memiringkan data terpilih. Aktifkan sel dimaksud, klik icon ini, maka data dalam sel tadi menjadi reot ke kanan. Demikian pula sebaliknya. Aktifkan data yang sudah italik, klik icon ini, maka karakter yang reot tadi akan kembali seperti semula.

7. Underline

Perintah ini digunakan untuk memberi tanda garis bawah pada setiap data terpilih. Aktifkan sel yang diinginkan, klik icon ini, kemudian data terpilih akan bergarisbawah. Demikian pula saat user ingin menghilangkan tanda garis bawah. Aktifkan sel dimaksud, klik lagi icon Underline ini, maka data terpilih tadi akan kembali ke format asali.

8. Border

Icon Border digunakan untuk mengatur garis tepi dari sel terpilih. Lembar kerja MS Excel memang tampil dengan bentuk tabulasi alias berkotak-kotak. Namun garis kotak tersebut tidak akan ikut tercetak andai nantinya di-print out ke media kertas. Bila user menginginkan agar hasil print out dalam bentuk tabulasi, maka aktifkan seluruh sel dimaksud, klik panah ke bawah di icon tersebut, lalu pilih perintah All Border, maka urusan bakal kelar.

9. Fill Color

Digunakan untuk mengatur warna shading data dalam sel terpilih. Ini khusus bagi user yang ingin menerapkan warna pada sel tertentu atau kelompok sel yang disebut Range. Aktifkan sel yang diinginkan, klik panah ke bawah di icon Fill Color tersebut, dan pilih warna yang diinginkan. Maka warna yang dipilih tadi akan diterapkan pada sel yang terblok. Demikian pula saat user ingin memusnahkan warna dari dalam sel. Aktifkan sel dimaksud, masuk ke menu Fill Color tersebut, kemudian pilih No Fill Color di pulldown yang tersedia.

10. Font Color

Digunakan untuk mengatur warna huruf. Aktifkan sel yang diinginkan, klik panah di samping icon Font Color tadi, kemudian pilih salah satu warna yang tersedia. Bila ingin warna lainnya, pilih More Color… lalu pilih lagi warna huruf yang dikehendaki.

 

C. Fungsi Icon di Group Alignment

Icon perintah di group Alignment digunakan untuk mengatur format paragraf data sel. Perintah-perintah yang terdapat di group ini ada 12 icon: (1) Top Align, (2) Middle Align, (3) Bottom Align, (4) Orientations, (5) Text Directions, (6) Align Text Left, (7) Center, (8) Align Text Right, (9) Decrease Indent,(10) Increase Indent, (11) Wrap Text, dan (12) Merge & Center.
  1. Top Align: Digunakan untuk menjadikan data sel menepi ke bagian atas sel. Aktifkan sel yang diinginkan, klik icon ini, maka data dala sel akan menepi ke bagian atas sel.
  2. Middle Align: Digunakan untuk menjadikan teks berada di tengah-atas sel.
  3. Bottom Align: Digunakan untuk menjadikan teks menepi ke bagian bawah sel.
  4. Orientations: Digunakan untuk mengatur arah dan posisi data dalam sel. Dengan menu ini user bisa menjadikan baris teks vertikal, horizontal, dsb.
  5. Text Directions: Digunakan untuk mengatur arah teks. Dengan perintah ini user bisa menjadikan teks berjalan dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Dalam hal ini user perlu memilih perintah Left-to-Right untuk format Latin, atau Right-to-Left untuk format Arab. Bila user memilih perintah Context, berarti arah teks akan mengikuti sistem sesuai dengan bahasa penulisan yang digunakan. Kalau Arab berjalan dari kanan ke kiri, Bila Latin berjalan dari kiri ke kanan.
  6. Align Text Left: Digunakan untuk menjadikan teks rata kiri.
  7. Center: Digunakan untuk menjadikan teks rata tengah/
  8. Align Text Right: Digunakan untuk menjadikan teks rata kanan.
  9. Decrease Indent: Digunakan untuk menarik batas kiri teks ke sebelah kiri.
  10. Increase Indent: Digunakan untuk menarik batas kiri teks ke sebelah kanan.
  11. Wrap Text: Digunakan untuk mengatur distribusi teks. Dengan perintah ini user mendistribusikan teks ke bawah dengan cara, sel akan melebar otomatis bila batas sel kanan-kiri sudah penuh. User juga dapat mengatur distribusi teks sebagaimana pengaturan yang asali, dimana teks akan berjalan ke samping jika sel sudah tidak dapat menampungnya.
  12. Merge & Center: Digunakan untuk menggabung beberapa sel terpilih dan meletakkan teks di dalamnya di bagian tengah sel.

 

D. Icon Perintah di Group Number

Semua icon perintah yang terdapat di group Number digunakan untuk mengatur data nomor dalam suatu sel. Group Number terdiri dari: (1) Number Format, (2) Accounting Number Format, (3) Percent Style, (4) Comma Style, (5) Increase Decimal, dan (6) Decrease Decimal.
  1. Number Format, digunakan untuk mengatur format tertentu pada data jenis numerik yang terdapat dalam sel. Disini user dapat memilih opsi format data numeruk sesuai kebutuhan. Ada format Percentage untuk format persentase, dengan format jenis ini user dapat langsung menampilkan nilai persentase suatu data numerik tanpa perlu memasukkan rumus tertentu ke dalam sel.
  2. Accounting, digunakan untuk mengatur format harga sesuai dengan spesifikasi mata uang. Dengan format ini user tidak perlu sibuk lagi mengetik Rp (untuk rupiah). Seleksi daerah sel tertentu, lalu pilih salah satu opsi mata uang tertentu disini. Maka sel yang dipilih tadi akan menampilkan secara otomatis karakter mata uang.
  3. Percent Style, digunakan untuk memformat suatu data numerik dengan gaya persentase, nilai persentase akan muncul secara otomatis pada sel yang telah diformat.
  4. Comma Style, digunakan untuk menampilkan angka desimal sebagai angka bulat.
  5. Increase Decimal, digunakan untuk menambah jumlah digit setelah koma dalam bilangan angka desimal. Misal, 1200 –> 1200,0 –> 1200,00 dan seterusnya.
  6. Decrease Decimal, digunakan untuk mengurangi jumlah digit setelah koma dalam angka desimal. Ini berfungsi kebalikan dari Increase Decimal. Bila dalam satu range terdiri dari angka desimal dengan separasi yang berbeda, user dapat menyeragamkannya dengan perintah ini. Misal, {3,9}{3,5}{8,12} maka setelah di-Increase Decimal akan menjadi {3,90}{3,50}{8,12} sehingga separasi desimal menjadi sepadan.

 

E. Icon Perintah di Group Styles

Perintah-perintah di group Styles digunakan untuk pemformatan sel. Dalam group ini terdapat 3 menu utama: (1) Conditional Formatting, (2) Format as Table, dan (3) Cell Styles.

1. Conditional Formatting

Menu Conditional Formatting, digunakan untuk memformat sel sebagai diagram dari data yang terdapa di dalam sel tersebut. User dapat memvisualisasikan data dala sel secara langsung di sel yang bersangkutan. Jadilah visualisasi sederhana dari dari data dalam sel. User dipersilahkan memilih jenis visualisasi data yang diinginkan. Blok range data, klik Conditional Formatting ini, maka kondisi data akan tervisualisasikan di dalam sel itu sendiri.

2. Format as Table

Dengan menu ini user dapat memformat sel sebagai tabel dengan segala tema dan warna yang spektakuler, namun tetap memberikan kesan estetika formal, sebagai ciri khas officer, tidak norak, sederhana, simpel, dan yang penting, nilai artistik akan terbentuk.

3. Cell Styles

Menu ini berfungsi untuk memformat suatu setiap sel sesuai sesuai dengan kondisi dan klasifikasinya. Dengan nemu opsi ini user mendesain lembar kerja dengan sel yang terklasifikasi dengan menggunakan warna sebagai kode hierarki. Setiap warna dapat menjelaskan berbagai kondisi dan status dari tiap. sel. Bila menu Conditional Formatting bertugas untuk tujuan visualisasi data number saja di dalam sel, maka Cell Styles ini bertugas untuk men-setting sel tanpa melihat, apakah data number atau karakter. Sehingga user dapat memberikan klasifikasi sel dengan warna tertentu. Lagi-lagi user ditawari sebuah solusi untuk memberikan kesan bahwa ia bukanlah officer yang monoton, Kesan artistik dan estetik bisa didapat disini, tentunya prosedur yang ditawarkan disini sesuai dengan misi Microsoft sebagai aplikasi yang menitikberatkan efisiensi waktu bagi para user-nya.

 

F. Icon Perintah di Group Cells

Menu parintah di group Cells ini digunakan untuk melakukan properti seputar sel yang terdapat di lembar kerja Excel. Dalam group ini terdapat 3 icon perintah: (1) Insert, (2) Delete, (3) Format.
  1. Insert, digunakan untuk menyisipkan kolom atau baris sel di tengah-tengah sel yang sudah terisi data. Ini sangat berguna bagi user yang merasa perlu menambahkan barisan sel atau kolom lagi di tengah data yang telah berjejer.
  2. Detele, dugunakan untuk menghapus baris sel maupun kolom aktif. Ini sangat berguna saat user merasa perlu menghapus barisan kolom maupun range data lainnya di tengah lembar kerja. Bila dalam masalah ini user menggunakan tombol Delete di keybord, maka yang akan terhapus hanya data dalam sel saja, sementara selnya tidak ikut terhapus. Dengan perintah Delete disini maka yang terhapus data dan sel terpilih secara bersamaan.
  3. Format, digunakan untuk melakukan properti seputar sel dan kolom yang sedang terpilih. Dengan perintah ini user memungkinkan untuk mengatur lebar sel maupun lebar kolom yang terseleksi. Suatu kasus yang terjadi, misalnya sel sudah tidak dapat lagi menampung karakter yang ukurannya lebih besar dibanding ukuran sel tersebut. Persis seperti “gajah masuk kandang kambing.” atau “baju bayi dipakai dewasa bertubuh tambun.” Agar tidak seperti itu maka user perlu melakukan setting lebar kolom maupun sel.

FUNGSI ICON TAB HOME PADA MS EXCEL 2010

Posted by : Rama
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲